Wednesday, June 20, 2018

Huruf huruf lontara dan vocal

konsonan 
Konsonan Lontara (indo’ surə’ ᨕᨗᨉᨚ ᨔᨘᨑᨛ or ina’ surə’ ᨕᨗᨊ ᨔᨘᨑᨛ) terdiri dari 23 huruf sebagai berikut:



Vokal


Tanda baca vokal (ᨕᨊ ᨔᨘᨑᨛ ana’ surə’) digunakan untuk mengubah vokal inheren suatu konsonan. Terdapat 5 ana’ surə’, dengan /ə/ tidak digunakan dalam bahasa makassar karena dianggap tidak memiliki perbedaan fonologis dengan vokal inheren. Tanda baca dapat dibagi menjadi dua berdasarkan bentuknya; titik (tətti’) dan aksen (kəccə’).




Cerita Rakyat



BERIKUT ADALAH CONTOH PUISI DALAM HURUF AKSARA LONTARA




Kumpulan Kosakata Bahasa Bugis

Beberapa contoh kosakata bahasa Bugis beserta artinya dalam bahasa Indonesia:

  • Belajar menjadi mangguru
  • Diajar menjadi ipagguru
  • Mengajar menjadi mappaguru
  • Menulis menjadi maruki
  • Membaca menjadi mabbaca
  • Bersungguh–sungguh menjadi mattongeng–tongeng
  • Mendengar menjadi marengkalinga
  • Melihat menjadi makkita
  • Berbicara menjadi mabbicara
  • Penglihatan menjadi pakkita
  • Berfikir menjadi mappikkiri
  • Diam menjadi mammekko
  • Duduk menjadi tudang
  • Membuat menjadi makkebbu
  • Berbohong menjadi mabbelle
  • Menghafal menjadi makkafala
  • Menghitung menjadi mabbilang
  • Hidup menjadi tuo
  • Uang menjadi dui
  • Bapak menjadi ambo

Tuesday, June 12, 2018

Pengucapan huruf lontara


dibaca ka

dibaca sesuai tanda baca berikut:
Tanda baca vokal (ᨕᨊ ᨔᨘᨑᨛ ana’ surə’) digunakan untuk mengubah vokal inheren suatu konsonan. Terdapat 5 ana’ surə’, dengan /ə/ tidak digunakan dalam bahasa Makassar karena dianggap tidak memiliki perbedaan fonologis dengan vokal inheren. Tanda baca dapat dibagi menjadi dua berdasarkan bentuknya; titik (tətti’) dan aksen (kəccə’).
aiueəo
Buginese Diacritic i.pngBuginese Diacritic u.pngBuginese Diacritic e.pngBuginese Diacritic ə.pngBuginese Diacritic o.png
-Tətti’ riasə’Tətti’ riawakəccə’ riolokəccə’ riasə’kəccə’ rimunri
Buginese K with inherent vowel a.pngBuginese Ki.pngBuginese Ku.pngBuginese Ke.pngBuginese Kə.pngBuginese Ko.png
ᨀᨗᨀᨘᨀᨙᨀᨛᨀᨚ



Tanda É pada gambar di atas dibaca seperti huruf E dalam kata emberenakmerah, dan setan sedangkan tanda E dibaca seperti huruf E yang terdapat dalam kata telahsepatuterang, dan kerucut. Huruf É (terdapat tanda diakritik di bagian atas huruf) disebut dengan E taling sedangkan huruf E (tanpa tanda diakritik) disebut dengan E pepet.

Huruf Lontara

Huruf Lontara


Disulawesi selatan ada 3 betuk macam huruf yang pernah dipakai secara bersamaan.
1. Huruf Lontara
2. Huruf Jangang-Jangang
3. Huruf Serang

Sementara bila ditempatkan dalam kebudayaan bugis, Lontaraq mempunyai dua pngertian yang terkandung didalamnya
a. Lontara sebagai sejarah dan ilmu pengetahuan
b. Lontara sebagai tulisan


Konsonan Lontara (indo’ surə’ ᨕᨗᨉᨚ ᨔᨘᨑᨛ or ina’ surə’ ᨕᨗᨊ ᨔᨘᨑᨛ) terdiri dari 23 huruf sebagai berikut:
kagangangkapabamampatadananra
Buginese Ka.pngBuginese Ga.pngBuginese Nga.pngBuginese Ngka.pngBuginese Pa.pngBuginese Ba.pngBuginese Ma.pngBuginese Mpa.pngBuginese Ta.pngBuginese Da.pngBuginese Na.pngBuginese Nra.png
cajanyancayaralawasaaha
Buginese Ca.pngBuginese Ja.pngBuginese Nya.pngBuginese Nca.pngBuginese Ya.pngBuginese Ra.pngBuginese La.pngBuginese Wa.pngBuginese Sa.pngBuginese A.pngBuginese Ha.png


  Seperti yang sebelumnya dijelaskan, Lontara tidak memiliki tanda pemati vokal seperti halant atau virama yang umum dalam aksara-aksara Brahmi. Bunyi nasal /ŋ/, glotal /ʔ/, dan gemitasi konsonan dalam bahasa Bugis tidak ditulis (dengan pengecualian glotal awalm yang menggunakan konsonan kosong "a").\
   Empat klaster konsonant yang sering terjadi ditulis dengan huruf spesifik, yaitu ngka mpa nra  dan nca . "Nca" sebenarnya merepresentasikan bunyi "nyca" (/ɲca/), namun ditransliterasikan hanya sebagai "nca". Namun huruf-huruf tersebut tidak digunakan dalam bahasa Makassar. Huruf ha  adalah tambahan baru karena pengaruh bahasa Arab.

Penggunaan aksara lontara

Mengenal Aksara Lontara (Orang Bugis Cekidot di mari)

Lontara adalah sistem tulisan abugida yang terdiri dari 23 konsonan. Seperti aksara Brahmi lainnya, setiap konsonan mempunyai vokal inheren /a/, dapat dibaca /ɔ/ dalam bahasa Bugis (artikulasi vokal inheren yang sama dapat ditemukan dalam aksara Jawa), yang diubah dengan pemberian diakritik tertentu menjadi vokal /i/, /u/, /e/, /ə/, atau /o/. Namun dari itu, Lontara tidak memiliki sebuah tanda virama (tanda pemati vokal) atau tanda konsonan akhir. Bunyi nasal /ŋ/, glotal /ʔ/, dan gemitasi konsonan dalam bahasa Bugis tidak ditulis. Karena itu, teks Lontara dapat menjadi sangat rancu bagi yang tidak terbiasa. Semisal dapat dibaca sara 'kesedihan', sara' 'menguasai', atau sarang 'sarang'.

Masyarakat Bugis memanfaatkan kekurangan tulisan ini dalam permainan bahasa Basa to Bakke’ ('bahasa orang-orang Bakke’') dan Elong maliung bəttuanna ('lagu dengan arti dalam'). Basa to Bakke’ hampir sama dengan mengejek, dimana dua kata dengan makna berbeda namun pengejaan yang sama dimanipulasi untuk membentuk frase dengan makna tersembunyi. Elong maliung bettuanna juga bekerja dengan prinsip yang sama, dimana pendengar menerka cara baca yang benar dari suatu puisi tidak bermakna untuk menyingkap pesan dari puisi tersebut.

Lontara ditulis dari kiri ke kanan, namun tulisan ini juga dapat ditulis secara tidak beraturan (boustrophedon). Umumnya metode kedua diterapkan dalam buku harian Bugis tua, yang setiap halamannya direservasi untuk kejadian dalam satu hari saja. Ketika seorang penulis kehabisan tempat untuk kejadian satu hari, baris terakhir akan berbelok dan berputar dalam alur zig-zag hingga tidak tersisa tempat lagi di halaman tersebut.

Cara membaca huruf lontara bugis

hai teman teman berikut video cara pelafalan atau cara mengeja huruf lontara bugis. selamat menyimak. Semoga bermanfaat